Jumat, 04 Juni 2010
Olahraga berdampak kecil pada berat badan perempuan
Ilmuwan AS, baru-baru ini, mengamati hubungan antara aktivitas fisik dan kecenderungan kenaikan berat badan terhadap 34.000 lebih perempuan selama kira-kira satu setengah dekade. Hasilnya dipublikasikan pada Jurnal American Medical Association, 24 Maret.
Studi ini sangat luas, namun perlu diingat bahwa ini bersifat epidemis. Itu artinya studi ini berguna untuk melihat hubungan antara aktivitas fisik dan berat badan. Namun demikian, hal ini tidak dapat membuktikan jika hubungan semacam ini merupakan sebab-akibat.
Jika peningkatan aktivitas fisik dapat dihubungkan dengan penurunan risiko kenaikan berat badan, itu tidak membuktikan jika peningkatan aktivitas menyebabkan penurunan risiko kenaikan berat badan. Mungkin mereka yang lebih aktif, memiliki pola makan yang lebih baik, dan mungkin inilah alasan sebenarnya mengapa mereka yang melakukan latihan lebih banyak cenderung mengalami lebih sedikit kenaikan berat badan.
Dengan peringatan ini di kepala, mari kita lihat apa yang ditemukan oleh studi ini.
Rata-rata, peserta studi memperoleh penurunan sekitar 3,75 kg selama studi. Aktivitas fisik dikaitkan dengan kecilnya kenaikan berat badan, namun hanya pada perempuan yang memiliki body mass index (BMI) –indeks massa tubuh– kurang dari 25.
Dengan kata lain, penambahan latihan dikaitkan dengan penurunan kenaikan berat badan hanya jika perempuan tidak memiliki masalah berat badan sebelumnya. Penambahan latihan nampaknya tidak cukup bermanfaat bagi perempuan yang sangat membutuhkan.
Mari kita lihat manfaat nyata pada perempuan dengan BMI kurang dari 25.
Tingkat aktivitas didefinisikan dengan ukuran yang dikenal sebagai metabolic equivalent of task (MET). Duduk tenang bernilai 1 MET. MET suatu aktivitas adalah perkalian energi yang digunakan dibandingkan dengan duduk tenang.
Misalnya jika jalan kaki dengan kecepatan khusus, akan menghabiskan dua kali kalori ketika duduk diam, aktivitas ini memiliki nilai 2 MET. Jika jalan kaki ini berlangsung selama satu jam, total energi yang dibakar dapat diungkapkan sebagai 2 jam MET.
Dalam studi ini, perempuan dibagi dalam tiga kategori menurut tingkat aktivitasnya. Kelompok ini adalah perempuan yang berhubungan dengan aktivitas yang sepadan dengan:
1. Kurang dari 7,5 jam MET seminggu
2. 7,5 - 21 jam MET seminggu
3. lebih dari 21 jam MET seminggu
Mereka yang melakukan latihan sangat banyak (kelompok-3) digunakan sebagai kelompok referensi. Selama periode tiga tahun, penambahan berat badan pada kelompok-2 dan kelompok-1 berturut-turut sebesar 0,15 kg dan 0,23 kg. Meskipun secara statistik penting, manfaat ini terbaik.
Penemuan lain dari studi ini adalah perempuan dengan berat badan normal yang sukses menurunkan berat badan kurang dari 2,5 kg selama 13 tahun berkaitan dengan intensitas aktivitas yang cukup kira-kira selama satu jam sehari.
Tujuan saya disini tidak meminta semua orang untuk berhenti berlatih. Namun demikian, nampaknya kita mempunyai lebih banyak bukti dalam hal penurunan berat badan, imbalan untuk olahraga tidak cukup mengesankan.
Studi ini sangat luas, namun perlu diingat bahwa ini bersifat epidemis. Itu artinya studi ini berguna untuk melihat hubungan antara aktivitas fisik dan berat badan. Namun demikian, hal ini tidak dapat membuktikan jika hubungan semacam ini merupakan sebab-akibat.
Jika peningkatan aktivitas fisik dapat dihubungkan dengan penurunan risiko kenaikan berat badan, itu tidak membuktikan jika peningkatan aktivitas menyebabkan penurunan risiko kenaikan berat badan. Mungkin mereka yang lebih aktif, memiliki pola makan yang lebih baik, dan mungkin inilah alasan sebenarnya mengapa mereka yang melakukan latihan lebih banyak cenderung mengalami lebih sedikit kenaikan berat badan.
Dengan peringatan ini di kepala, mari kita lihat apa yang ditemukan oleh studi ini.
Rata-rata, peserta studi memperoleh penurunan sekitar 3,75 kg selama studi. Aktivitas fisik dikaitkan dengan kecilnya kenaikan berat badan, namun hanya pada perempuan yang memiliki body mass index (BMI) –indeks massa tubuh– kurang dari 25.
Dengan kata lain, penambahan latihan dikaitkan dengan penurunan kenaikan berat badan hanya jika perempuan tidak memiliki masalah berat badan sebelumnya. Penambahan latihan nampaknya tidak cukup bermanfaat bagi perempuan yang sangat membutuhkan.
Mari kita lihat manfaat nyata pada perempuan dengan BMI kurang dari 25.
Tingkat aktivitas didefinisikan dengan ukuran yang dikenal sebagai metabolic equivalent of task (MET). Duduk tenang bernilai 1 MET. MET suatu aktivitas adalah perkalian energi yang digunakan dibandingkan dengan duduk tenang.
Misalnya jika jalan kaki dengan kecepatan khusus, akan menghabiskan dua kali kalori ketika duduk diam, aktivitas ini memiliki nilai 2 MET. Jika jalan kaki ini berlangsung selama satu jam, total energi yang dibakar dapat diungkapkan sebagai 2 jam MET.
Dalam studi ini, perempuan dibagi dalam tiga kategori menurut tingkat aktivitasnya. Kelompok ini adalah perempuan yang berhubungan dengan aktivitas yang sepadan dengan:
1. Kurang dari 7,5 jam MET seminggu
2. 7,5 - 21 jam MET seminggu
3. lebih dari 21 jam MET seminggu
Mereka yang melakukan latihan sangat banyak (kelompok-3) digunakan sebagai kelompok referensi. Selama periode tiga tahun, penambahan berat badan pada kelompok-2 dan kelompok-1 berturut-turut sebesar 0,15 kg dan 0,23 kg. Meskipun secara statistik penting, manfaat ini terbaik.
Penemuan lain dari studi ini adalah perempuan dengan berat badan normal yang sukses menurunkan berat badan kurang dari 2,5 kg selama 13 tahun berkaitan dengan intensitas aktivitas yang cukup kira-kira selama satu jam sehari.
Tujuan saya disini tidak meminta semua orang untuk berhenti berlatih. Namun demikian, nampaknya kita mempunyai lebih banyak bukti dalam hal penurunan berat badan, imbalan untuk olahraga tidak cukup mengesankan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar