Selasa, 19 Januari 2010
* Ku Izinkan Cinta Itu Bertamu *
"Hari-hari yg terlewati seakan tiada arti....
Mencari dan menanti sesuatu yg dapat memberi arti -
Arti dalam jiwa yg hampa ini.....
" Hari sudah sore...kerjaan tuk hari ini dah kelar...
gumamnya dalam hati....
" hi...vi...
" hi....vivi menjawab panggilan nina
" vi..jalan yuk...
" ngga nin aku mau langsung pulang aja...
" kenapa vi .. tiap kali di ajak jalan kamu ngga prnah mau dan kamu
lebih memilih untuk pulang ...?...
" G kenapa-napa nin aku cuma ngrasa cape aja dan butuh istirahat
" nina yg rada usil menatapnya seolah-olah ingin mencari tau isi
hati vivi sahabatnya , tapi vivi pura-pura tidak mengetahui hal itu
ia hanya tersenyum kearah nina yg masih merasa penasaran....
" nina pun berlalu pergi , vivi melambaikan tangan melepas kepergian
sahabatnya itu...
ia hanya berkata dalam hati...maafkan aku sahabatku .. karna aku
tak bisa menemanimu.....
" Dilangit....bulan di renggut lapisan awan tebal....sisa hujan-
menggenang di jalan yang berlubang....sesekali berkilau tersiram
cahaya lampu temaram..tak ada suara angin hanya sesekali terdengar
suara kersik daun kering yang putus dari tangkainya melayang
tenang sebelum hinggap di badan jalan yang betul-betul lengang
seperti kuburan....
" Udara dingin terasa semakin menghisap tenaga dan denyut nadinya
seperti terik matahari yang menghisap embun di pagi hari...
sesampainya di rumah vivi merebahkan tubuhnya di sofa
letih..lelah..kian menyiksa...
vivi kembali menghela nafas panjang...inikah gambaran hidupku
selama ini ...???...haruskah kulanjutkan jalan hidup yg seperti ini..???
" entah berapa lama waktu yang telah ia sia-siakan hidup bertemankan
kenangan indah masa silam...bukankah yg pergi ta'kan pernah kembali
malam sudah melewati separuh perjalanannya .. tapi vivi belum dapat
memejamkan mata , dipandanginya setiap sudut dan langit-langit
kamarnya...angannya jauh menerawang seakan tanpa lelah mencari
dan terus mencari...
" Nafasnya terpatah-patah , ia merasa sangat lelah seperti seorang
perempuan renta yg menunggu masa tutup usia ...
selama ini hanya menikmati keindahan dalam khayalan , yg
sesungguhnya tak pernah tercipta dalam realita kehidupan...
di matanya masih menampung sekian banyak buliran bening yg
belum mendapat giliran untuk tumpah...
" vivi melangkah keluar dari kamar , duduk di teras di sebuah kursi
tua dan usang , sesaat menatap langit malam yg kelam..
ternyata di atas langit yg jauh disana .. di balik lapisan kabut tebal
masih menyisakan kerlip gemintang yg memberi secercah sinar
harapan....
" Cahaya itu seolah semakin menghampirinya ... mengisyaratkan rasa ,
membisikkan kata... " hapuslah air matamu ... sadarlah ini bukan
akhir dari segalanya...dan lihatlah dunia....
" Alangkah terkejutnya ia ketika membuka mata .. entah sudah berapa
lama pria itu berada di hadapannya ... sambil tersenyum pria itu
menyapa....
" Hy...
vivi hanya diam tanpa kata , ia hanya memandangi wajah pria itu ...
pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan....
" Engkaukah cahaya itu...
" engkaukah yg telah membisikkan kata-kata indah padaku...
" engkaukah yg telah membangunkan aku dari mimpi burukku....
vivi terus menatap pria itu ingin rasanya masuk ke dalam hatinya
untuk memcari jawaban dari semua pertanyaannya...
pria itu tersenyum seakan mengerti apa yg ada di benak vivi lalu
berkata " tak perlu kau ragu akulah cahaya itu "
" karna kamu sudah memberikan cahayamu untukku , maka kau pun
boleh membawa apapun yg kau mau , jangan pernah kau tingglkan aku
temani diriku dalam kesendirianku , aku dan nafasku selalu merindu
kanmu......
" vi...vi...bangun...dah siang mau brangkat pa ngga..???...
ternyata nina membangunkannya ... antara sadar dan tidak
vivi bertanya ... haaa???...brangkat?....
" iya...dah siang niih...
vivi baru sadar klo ternyata pertemuan dengannya hanya dalam
mimpi....tapi dia berjanji dalam hati akan selalu setia menanti
kehadiran cahaya itu kembali...
" Dengan sedikit rasa kesal vivi menegur nina ..
" kenapa kau bangunkan aku dari mimpi indahku ... kau telah
memisahkan aku darinya...
" nina yg tak mengerti apa yg dimaksudnya bertanya..
" memisahkan kamu dari siapa..???...
" vivi tersenyum lalu berkata .. sudahlah kamu ngga perlu tau
ntar g beres" ceritanya...berangkat yuuk...ntar keburu telat
semoga saja nanti malam bisa bermimpi lagi...
di tulis oleh: Belul.bwjtm/lulu
www.wongusing.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar